Kamis, 21 Februari 2019

Kisah Awal

Hallo konco-konco,

Ini kisah pertama yang mau aku bagikan ke kalian. Mungkin ini kisah awal dari sebuah perjalanan. Katanya hidup itu sebuah perjalanan. Berarti seumur hidup, kita itu akan selalu melakukan perjalanan. Nah perjalanan itu kalo menurut aku bukan hanya jalan kaki ya.. tapi perjalanan itu adalah dimana kita akan mengalami perpindahan baik secara fisik maupun psikis. Kalo perjalanan secara fisik berarti itu berpindah tempat, ataupun lokasi tempat tinggal. Tapi kalo perjalanan psikis itu berarti yang berpindah adalah sesuatu yang ada di dalam diri kita. Bisa qolbu atau pola pikir kita.

Oke, kita kembali ke topik awal. Aku mau cerita aja kalo aku itu adalah wong Jowo alias orang Jawa tulen. Bukan blasteran dari Amerika, Inggris, Jerman, Perancis, Korea, dan masih banyak negara lain. Kita ke profil dulu sedikit ya... jadi orang tuaku itu keduanya adalah orang Jawa yang tinggal di daerah pedesaan. Kalo kita dengar kata pedesaan itu pasti langsung nyambungnya jauh dari kota, sawah, jalanan rusak, dan mungkin pelosok. Thats wrong meskipun ada yang betul, tapi tidak semuanya seperti itu. Kalo pedesaan tempat kami tinggal itu adalah tempat yang sangat menyenangkan, nyaman, dan selalu menjadi tempat yang aku selalu rindukan. Lokasinya itu jauh dari keramaian kota dan polusi udara. Tempat tinggal kami dikelilingi oleh sawah-sawah yang terbentang luas nan hijau, yang membuat oksigen dan angin mondar-mandir sepuasnya ahai... aku tumbuh dan dibesarkan di lingkungan yang menurut aku baik dan sangat kekeluargaan. Enaknya tinggal di pedesaan adalah meskipun dengan tetangga yang tidak ada hubungan darah, kami tetap menganggap mereka adalah bagian dari keluarga. Sehingga kami bisa hidup guyup rukun. Gotong royong senantiasa terjaga. Jadi peribahasa berat sama dipikul ringan sama dijinjing itu sangat pas disematkan kepada warga di pedesaan. 

Selama lebih kurang 23 tahun aku tinggal di Jawa. Setelah aku menyelesaikan study S1 di salah satu Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Ponorogo, tepatnya di STAIN yang sekarang telah berubah menjadi IAIN Ponorogo selama 8 semester, aku melanjutkan kursus di UPTPK Madiun selama 2 bulan. Kemudian aku memutuskan untuk melakukan perjalanan secara fisik yaitu bertransmigrasi ke pulau Kalimantan. Tepatnya di Kota Tarakan provinsi Kalimantan Utara.

Oke untuk cerita awal dari perjalananku sampai di sini dulu ya... nanti akan aku sambung lagi dikesempatan yang lain insyallah. Nah, buat konco-konco yang punya cerita perjalanan hidup kalian monggo share di kolom komentar ya.. biar kita bisa saling berbagi. 

Terima kasih and see you next time 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar